FILTER PIKIRAN

Ada satu asumsi yang cukup populer dikalangan NLPers yaitu “The MAP is not the TERRITORY” , sebagai sebuah methapore bahwa apa yang ada dalam pikiran seseorang tidaklah sama dengan kenyataan yang ada diluar dirinya. Sayangnya ada yang kurang pas dalam penerapan di sebagian teman teman yang saat baru belajar NLP, mereka menggunakan asumsi diatas sebagai pembenaran dalam untuk semua keyakinannya, kemudian mereka mengatakan :

“Ya ini map saya dan itu map kamu ya silahkah saja, suka suka saya dong. kan memang kita berbeda.”

Yang saya fahami ketika seseorang semakin berilmu maka seseorang itu idealnya perlu semakin bijak, meski kalimat diatas adalah benar adanya, namun jika diterapkan demikian tentu agak sulit bagi kita untuk membangun harmoni dengan orang lain di lingkungan kita.

Memahami The Map is not the Territory bukanlah membuat seseorang justru menjadi kaku, namun sebaliknya setiap kita yang faham tentang asumsi tersebut tentu bisa lebih RESPECT pada setiap map orang selain diri kita, kita faham bagaimana setiap orang berfikir sesuai dengan level pemahaman mereka masing masing.

Selain itu kita juga perlu menyadari bahwa apa yang ada dalam map kita sesungguhnya bukanlah yang sempurna, misal saat saya membuat tulisan tulisan tentang NLP ini, sudah bisa dipastikan yang saya sampaikan hanya sebatas yang saya fahami. yang saya tuliskan adalah sebatas MAP yang ada dalam pikiran saya, Kalau ada sahabat lain yang menjelaskan NLP juga sangat bisa dipastikan tidak akan persis sama dengan apa yang saya sampaikan, karena map setiap orang pasti berbeda dan tidak ada yang benar benar sama.

Bagaimana bisa map setiap orang berbeda? meskipun mereka sedang menyaksikan hal saya. untuk memahami hal ini kali ini kita mengulas tentang FILTER dalam pikiran manusia.

Dibahasan sebelumnya kita sudah pernah ulas bahwa setiap kita hanya bereaksi terhadap apa apa yang ada dalam realitas internal kita, meski eksternal event yang kita alami dengan orang lain adalah sama.

MODALITAS kita menyerap informasi kemudian dikirim kedalam pikiran kita, ada jutaan informasi yang masuk melalui panca indera kita dalam setiap detiknya, semua yang berhubungan dengan pengelihatan, pendengaran, perasa atau pencecapan, peraba serta penciman kita, namun jutaan informasi tersebut tidak semua kita masukkan dalam pikiran kita.

Setiap eksternal event melewati sebuah filter sebelum masuk dalam pikiran manusia, filter pikiran akan menyeleksi manakah infromasi yang diijinkan masuk kedalam otak kita dengan banyak cara diantaranya :

1. Deletion : penghapusan yang dilakukan otak secara alami terhadap semua informasi yang dianggap tidak penting oleh otak seseorang.

2. Distortion : Menghubung hubungkan antara satu kejadian yang pernah dialami sebelumnya dengan kejadian lain.

3. Generalization : Penyamarataan setiap kejadian kejadian yang dianggap mirip oleh otak seseorang.

Saat seseorang melakukan penyaringan informasi dengan tiga cara diatas sangat dipengaruhi oleh beberapa hal :

1. Times & Space Matter : Tempat dan waktu berlangsungnya atau terjadinya peristiwa atau pengalaman.

2. Value (tata nilai) : cara setiap orang menentukan mana yang baik atau buruk, benar atau salah.

3. Belief (keyakinan) : Kumpulan pengalaman yang telah menjadi pola dalam pikiran seseorang tentang mana yang nyata mana yang tidak.

4. Memories : Sebuah proses mengingat dan
memanggil informasi yang ada dalam pikiran, segala sesuatu yang pernah dialami baik itu pengalaman empiris atau induktif.

5. Decition : Keputusan yang dianggap pilihan terbaik oleh seseorang dalam keadaan tertentu.

6. Language : Bahasa adalah cara manusia berkomunikasi dengan pikiran internalnya dan juga orang lain.

7. Attitude : Tingkah laku atau perilaku seseorang dalam berinteraksi ataupun berkomunikasi dengan sesama manusia.

8. Meta Program : Tentang bagaimana seseorang memperhatikan sesuatu yang menjadi fokusnya, kemudian menyusun dan mensortir informasi yang masuk dalam pikiran, lalu bagimana manusia memproses setiap informasi yang masuk dalam pikirannya.

Dengan filter pikiran diatas maka setiap orang berbeda dalam mempersepsikan sesuatu. map setiap orang berbeda. maka kita perlu menyadari bahwa setiap perbedaan yang ada membuat kita saling menghargai dan menghormati map yang satu dengan yang lainnya. tidak lagi menjadi orang yang selalu merasa paling benar, karena kita sadar bahwa kita punya banyak filter dalam pikiran kita yang membuat kita kan akan tahu tentang segala hal meskipun kita tahu tentang banyak hal.

Share Now !

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Leave a Replay

LEADERSHIP IS INFLUENCE

INCREASE YOUR IMPACT AND INFLUENCE WITH
BANG LUBIS

SPEAK TO A PROGRAM COORDINATOR TODAY