JALAN SURGA ITU BERNAMA SUAMI

Ketika seorang ada seorang pria datang ke rumah seorang wanita, ia hadir membawa keluarga dan semua yang ada pada dirinya. Datang dengan niatan ingin menikahi seorang wanita, kemudian Allah getarkan di hati seorang wanita itu cinta dan persetujuan bahwa ia menerima lamaran sang pria untuk menjadi suami nya, kala itu sebenarnya Allah telah kirimkan karunianya kepada wanita itu berupa jalan menuju kebaikan akhiratnya.

Akad nikah berlangsung, kehidupan nyata dimulai, kemudian sadar bahwa menikah itu sangat mudah namun episode berkutnya adalah berumah tangga. Menyadari pria yang datang dengan sangat gagah bak pangeran berkuda dalam cerita cerita legenda , mengharap diri diperlalukan bagai putri atau ratu di istana. Namun apalah daya, berumah tangga itu bukan seperti yang tertulis di kisah kisah dongeng.

Drama rumah tangga itu sering lebih sinetron dari pada sinetron yang sampai ribuan episode di televisi. Ya inilah kenyataan bahwa suami ternyata adalah sosok yang sangat mungkin banyak kelemahan, istri kemudian tahu bahwa ternyata suaminya begitu mengagumkan diluar rumah , namun saat masuk didalam rumah sosok suami ini ternyata tak se ideal dirinya diluar rumah.

Ketika ditempat kerja suami tampak begitu tegas dan bijaksana, sehingga banyak orang kagum padanya, namun saat dirumah sering kali suami tak lebih dari seorang bayi besar yang manja dan sering membuat istrinya merasa kesal dan sebal.

Ketika diluar rumah suami tampak sabar dan santun, tak sedikit suami yang kala dirumah ternyata tak sesabar yang ditampilkan di depan umum. Yaa dramanya memang panjang.

Namun itulah hidup, mau menyerah? Untuk tujuan apa? Kalau menyerah, yakin bahwa hidup ini lebih baik?

Kalau ukuran dan tujuan menikah itu hanya imajinasi ingin bermanja dan bahagia, rasanya perlu siapkan hati untuk lebih sering kecewa. Karena ketika berumah tangga ada manja dan bahagia sungguh itu tak lebih dari sekedar bonus dari Allah disela sela melewati dinamika dan perjuangan dalam membina keluarga.

Menikah dan berkeluarga bagi seorang muslim bukan hanya tentang romantisme bak film film percintaan di layar lebar. Namun tentang bagaimana seorang wanita menyusun langkah demi langkah untuknya menaiki tangga tangga tuk membuka pintu surga.

Usia pernikahan dan lamanya kita berumah tangga adalah durasi yang Allah izinkan untuk kita mengumpulkan bekal akhirat kita, dari pasangan dan anak anak kita. Apa yang kit lakukan bersama mereka adalah tabungan untuk akhirat kita. Kebaikan kah atau keburukan yang lebih banyak kita persembahkan dalam mengisi kesempatan yang Allah berikan.

Khusus tentang suami sebagai kepada keluarga dengan semua tanggung jawab kepemimpinan nya, disisi lain istri adalah makmum yang perlu menjaga ketenangan hatinya agar tetap sabar dibawah kepemimpinan suami nya, menjadi taat pada orang yang telah Allah takdirkan menjadi pemimpin nya.

Ketika istri bisa menjadi makmum yang baik bagi suaminya, maka disanalah letak surga bagi sang istri. Ibarat sedang sholat, tugas makmum adalah mengikuti apa yang dilakukan imam, makmum perlu sabar untuk mengikuti imam. Makmum tak boleh mendahului imam, makmum perlu mengaminkan apa yang dibaca imam. Dan seterusnya, barulah sah apa yang dilakukan makmum.

Kita semua tentu sudah tahu bagaimana Rasulullah mengingatkan dalam hadist yang diriwayatkan oleh Ahmad, yang poin penting nya adalah ketika seorang wanita itu sanggup menjaga sholah lima waktunya, kemudian ia berpuasa di bulan Ramadhan, serta betul betul menjaga kemaluannya dari berbuat zina, kemudian wanita itu benar benar taat pada suami nya. Maka mereka inilah wanita wanita yang mulia dan kara Rasulullah untuk wanita dengan profil seperti ini, mereka boleh masuk dari pintu surga manapun yang mereka inginkan. Subhanallah…

Begitu luar biasa ganjaran dari Allah bari wanita yang sabar dan taat pada suaminya. Urusan wanita taat pada suami, dan urusan suami memastikan kepemimpinan nya penuh kebijaksaan dan jangan sampai menyuruh istri untuk lakukan sesuatu yang tak disukai oleh Allah.

Apakah pernah juga sampai pada kita tentang sebuah kenyaat dimasa lalu bagaimana seorang istri yang cantik jelita dan baik perangainya, ternyata Allah takdirkan ia menikah dengan pria berakhlak buruk, bukan hanya omongannya yang kasar dan kotor, namun prilakunya juga tak menghormati apalagi memuliakan istrinya.

Suatu ketika ada seorang laki laki yang melihat suami ini turun dari kudanya disambut baik oleh sang istri, namun suami justru memperlakukan istrinya dengan kasar. Sang istri kemudian tetap mencuci dan membersihkan kaki suaminya, sementara itu sang suami menendang dan mengasari istrinya.

Seorang laki laki yang menyaksikan pristiwa itu kemudian tak tega lalu mendekat dan ingin membela wanita yant sedang dihinakan suaminya itu, apa yang terjadi saat mendapatkan pembelaan, justru wanita itu mencegahnya orang yang mau membelanya dengan mengingatkan bahwa :

“Pria ini adalah suamiku, dan jangan halangi aku mendapat surgaku.”

Saya bukan ingin membenarkan tentang kasarnya suami pada istri nya, namun ada pesan kesabaran seorang wanita yang hidup berumah tangga dengan visi akhiratnya. Dia sadar betul bahwa suaminya adalah ladang amal baginya untuk meraih rahmat Allah baginya di akhirat kelak.

Bab suami adalah tetap berprilaku baik pada istri nya bukan karena tahu bahwa ketaan pada suami adalah surga bagi istri, kemudian membuat suami berbuat sesukanya , memaksa istri untuk lakukan semua perintah suami untuk memperturutkan keinginan suami yang bertentangan dengan kehendak Allah.

Semoga semua para istri yang membaca catatan ini Allah jadikan istri yang baik dan menjaga ketaatannya pada suami, hingga semua Allah izinkan masuk surga dari pintu mana saja.

Semoga para suami yang menbaca catatan ini juga Allah jadikan suami yang baik, diberikan Allah karunia kebijaksaan dalam membimbing istrinya dalam ketaatan.

Aamiin

Share Now !

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Leave a Replay

LEADERSHIP IS INFLUENCE

INCREASE YOUR IMPACT AND INFLUENCE WITH
BANG LUBIS

SPEAK TO A PROGRAM COORDINATOR TODAY