REFRAMING

Apa hadir dalam benak kita saat membaca judul tulisan diatas? Dulu awalnya pertama kali saya menemukan istilah ini, yang hadir adalah bayangan sebuah proses mengganti sebuah bingkai poto.

Ternyata setelah mempelajari seperti apa REFRAMING itu bekerja, kemudian saya memahami memang kurang lebih sama dengan mengganti bingkai sebuah poto.

Sebuah poto yang sudah kita print lalu langsung ditempelkan di dinding tanpa diberi bingkai, tentu keindahan nya akan berbeda jika kita masukkan sebuah poto tadi kedalam sebuah bingkai yang indah terlebih dahulu sebelum kita menempelkannya di dinding.

Semakin indah bingkai yang kita pilihkan, tentu semakin membantu menjadikan sebuah poto juga bertambah keindahannya dibandingkan hanya sekedar dibingkai dengan frame yang ala kadarnya.

Kemudian jika kita memiliki poto dengan frame yang bisa jadi sudah rusak beberapa bagiannya, atau mungkin binkai tersebut terkena noda yang tak bisa dihilangkan, tentu jika dibiarkan, maka membuat poto justru menjadi tampak buruk dan jelek, meskipun potonya adalah hasil karya potografi yang handal, namun frame yang buruk telah berperan menjadikan poto tersebut kini menjadi tanpak buruk.

Jadi kalau kita ingin poto didinding kita tampak bagus setiap kali kita melihatnya, maka kita perlu memperhatikan untuk memastikan frame nya tetap bersih dan selalu bagus. Kalau frame/ bingkainya rusak, tentu kita perlu menggantinya.

Ketika NLP mengajarkan kita tentang REFRAMING, sebenarnya kita sedang belajar bagaimana kita memperhatikan bingkai dari setiap pengalaman dalam hidup kita. Layaknya sebuah poto yang perlu diperhatikan framenya, pengalaman kita juga demikian. Perlu mendapatkan perhatian dari kita agar memastikan setiap pengalaman kita terbungkai dengan frame yang indah.

Terlepas dari seperti apapun pengalaman kita, entah itu pengalaman yang membuat kita merasa nyaman atau kurang nyaman. Kita perlu memberikan bingkai yang terbaik. Agar kita bisa senantiasa merasa bahagia saat teringat atau “melihat” pengalaman kita yang sudah terjadi.

Salah satu kegunaan frame/bingkai yang lain adalah sebagai pembatas, ketika kita membingkai sesuatu artinya apapun yang dimasukkan ke dalam bingkai maka ia tak akan lebih atau keluar dari bingkai yang ada. Sebuah poto yang dikatakan masih memiliki frame adalah kita poto tersebut masih berada didalam frame, poto yang berada diluar frame maka iya tak bisa dikatakan menjadi bagian yang indah dari sebuah frame, sementara ketika poto berada dalam frame maka ia bagian dan menjadi satu kesatuan dalam frame tersebut.

Pengalaman dalam hidup kita perlu kita berikan bingkai agar setiap pengalaman yang tejadi benar benar memberdayakan diri kita, setiap kali kita mengingat pengalaman yang terjadi, atau ketika kita sedang mengalami pengalaman tertentu, agar pengalaman itu memberdayakan kita, berilah bingkai yang tepat sehingga setiap pengalaman yang terjadi tak mengembara dengan liar di dalam pikiran dan perasaan kita yang sering kali membuat seseorang menjadi merasa kurang nyaman, bahkan tak jarang yang sampai mengganggu aktifitas karena pengalaman telah berubah menjadi peristiwa yang traumatik.

Pengalaman bisa jadi membuat seseorang hanyut dalam kesedihan, kekecewaan, kemarahan dan ketakutan bahkan ada juga orang yang akhirnya hidup dalam kepura puraan. Semua tak ada yang bisa dilepaskan dari pengalaman, dan seperti apa pengaruh dari sebuah pengalaman terhadap prilaku seseorang sangat ditentukan dari bagaimana seseorang membingkai setiap peristiwa yang ia alami.

REFRAMING artinya sebuah proses menemukan kesadaran dalam pikiran dan perasaan kita setiap kali mengalami sebuah peristiwa, agar kita benar benar sadar sesungguhnya semua pengalaman dan peristiwa yang kita alami pada dasarnya adalah baik bagi kita jika kita bisa memberikan bingkai yang tepat.

Seburuk apapun pengalamannya, kita perlu melakukan REFRAMING agar kesadaran tahu bahwa ternyata peristiwa yang kita anggap buruk pun ternyata adalah sebuah episode yang membaikkan kita.

Bagaimana cara melakukan REFRAMING dalam NLP? Kita tentu bisa banyak belajar tentang langkah langkah melakukan REFRAMING dengan melakukan praktek langsung dikelas pelatihan, namun sederhananya melakukan REFRAMING artinya kita sedang memberikan makna yang baru , makna yang lebih baik, makna yang memberdayakan diri setiap kali kita mengalami peristiwa yang membutuhkan REFRAMING.

Setiap kali mengalami peristiwa yang menurut anda kurang nyaman, cobalah untuk hening sejenak, kemudian melihat kedalam diri, memeriksa informasi apa yang diserap oleh MODALITAS anda, kemudian coba temukan, adakah pemahaman baik dari pengalaman ini yang bisa anda peroleh, apakah ada ide baik yang anda temukan, atau hal baik apa kira kira yang bisa anda lakukan setelah pengalaman yang baru Anda rasakan. Bahkan adalah hal baru yang anda pelajari dari peristiwa yang baru saja Anda alami?

Ketika Anda bisa menemukan hal baru, hal baik bahkan hal hal yang membuat diri anda lebih berdaya setelah peristiwa yang anda alami, itu artinya Anda sudah berhasil membingkai ulang pengalaman anda.

Dalam istilah agama kita mengenal kata hikmah, REFRAMING adalah sesuatu yang selaras dengan proses kita mengambil hikmah dari setiap peristiwa yang kita alami, karena seperti apapun pengalaman kita, sesungguhnya semua pada hakikatnya adalah hal baik dari Allah untuk kita.

By : Bang Lubis

Share Now !

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Leave a Replay

LEADERSHIP IS INFLUENCE

INCREASE YOUR IMPACT AND INFLUENCE WITH
BANG LUBIS

SPEAK TO A PROGRAM COORDINATOR TODAY