BEHAVIORAL FLEXIBILITY

Ketika kita sudah menyadari pentingnya berorientasi pada OUTCOME , sambil terus membangun RAPORT dan mengasah kepekaaan dengan SENSORY ACUITY. Kini saatnya kita lengkapi dengan pilar ke-4 yang kita kenal dengan BEHAVIORAL FLEXIBILITY.

Dengan SENSORY ACUITY kita bisa melihat dan mendengar serta merasakan secara objektif apa yang sedang terjadi saat ini, dari informasi objektif yang masuk ke otak kita kemudian kita memiliki kebebasan untuk memilih sikap dan prilaku terbaik apa yang mau kita ambil agar kita semakin dekat pada OUTCOME kita.

Setiap kita membutuhkan kreativitas dalam berpikir disetiap situasi yang berbeda, bisa jadi kadang kita masuk dalam situasi yang tidak sesuai dengan harapan kita, prinsip BEHAVIORAL FLEXIBILITY mengajak kita agar lebih mampu beradaptasi dengan situasi apapun dalam mewujudkan OUTCOME kita.

Ketika kita sudah melakukan sesuatu dalam mewujudkan OUTCOME kita, namun belum berhasil sesuai harapan. Sesungguhnya kita perlu berpikir cara lain, bagaimana agar kita bisa mendapatkan hasil yang berbeda. Ketika kita hanya melakukan hal sama terus menerus padahal kita sudah tahu bahwa dengan cara yang kita ulang ulang ternyata tidak membuat kita semakin dekat dengan OUTCOME kita, tentu bukan sesuatu yang baik.

Jadi BEHAVIORAL FLEXIBILITY ini mengingatkan kita agar tidak terlalu mudah berpikir bahwa dalam situasi tertentu kita sudah mentok, tak punya pilihan, tak tahu harus berbuat apa lagi. NLP mengajak kita untuk membiasakan berpikir kreatif. Tak ada masalah yang tak punya solusi, bukanlah Allah berikan penyakit sudah pasti ada obatnya, kasarannya hanya kematian yang tak ada obatnya.

Salah satu yang diajarkan oleh John Grinder adalah bagaimana kita perlu membiasakan mereview dan mengevaluasi kembali aktifitas kita, kemudian memikirkan paling tidak tiga cara berbeda yang bisa kita lakukan agar kita semakin dekat dengan OUTCOME kita. Semakin banyak pilihan cara yang kita punya, maka semakin besar pula peluang kita untuk mewujudkan OUTCOME kita.

Kalau kita kembali ke teori stimulus dan respon , penerapan BEHAVIORAL FLEXIBILITY ini adalah saat ada stimulus tertentu maka kita bisa memberikan respon yang paling tepat dengan banyaknya pilihan pilihan cara yang sudah kita buat.

Jadi setiap kali kita masuk dalam situasi tertentu langkah langkah menggunkan 4 Pillar NLP adalah kira kira seperti ini :

1. Bertanyalah pada diri kita : ” Apa hal baik yang betul betul saya inginkan terjadi saat ini?” (OUTCOME)

2. Bangun terus harmoni dengan diri sendiri, orang lain dan Tuhan. (RAPORT)

3. Pekalah menyerap semua informasi dengan indrawi kita lalu berpikirlah secara objektif ( SENSORY ACUITY)

4. Tentukan minimal 3 cara terbaik yang berbeda untuk merespon situasi yang sedang terjadi saat ini. ( BEHAVIORAL FLEXIBILITY )

Kalau dikaitkan dengan konsep Agama maka BEHAVIORAL FLEXIBILITY ini sangat selaras dengan konsep sabar dalam menyempurnakan ikhtiar. Ketika kita sudah memancangkan azzam, tekat , harapan, cita cita yang didalam NLP bisa disebut OUTCOME. Tentu tahap berikutnya kita perlu menyempurnakan usaha kita. Ketika satu cara belum membuat kita mencapai OUTCOME kita, maka bersabarlah untuk terus berusaha mencari cara baik apa lagi hingga OUTCOME kita terwujud.

Dalam NLP kita diajarkan bahwa sebenarnya kita tidak pernah gagal, karena semua yang kita terima adalah buah dari tindakan kita, jadi kalau melakukan sesuatu hasilnya belum sesuai harapan, tinggal kita cari cara lain yang membuat kita bisa mendapatkan hasil sesuai harapan kita.

Sebagai penutup tulisan ini saya teringat firman Allah pada Surat Ali ‘Imran Ayat 159

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

Arti: Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

Salah satu makna dari “linta lahum” pada ayat itu selain berlemah lembut adalah menjadi fleksibel dalam bersikap, kita diingatkan Allah agar tidak menjadi orang orang yang kaku karena sikap kita yang kurang fleksibel hanya membuat urusan kita semakin sulit, karena semua yang memberi peluang kemudahan bisa jadi akan menjauh.

Rubah apa yang perlu rubah, benahi apa yang perlu di benahi, BEHAVIORAL FLEXIBILITY membuat kita menjadi orang bahagia karena kita jadi sadar bahwa Allah sayang pada kita dengan memberi banyak jalan kemudahan ketika kita sedang berada dalam satu situasi yang mungkin sulit. Ada banyak orang yang juga bisa membantu kita.

Optimis dan selalu bahagia karena Allah sudah berikan kita sumberdaya, potensi, dan jalan jalan kebaikan bahkan orang orang yang siap membantu kita untuk wujudkan semua OUTCOME kita.

By : Bang Lubis

Share Now !

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Leave a Replay

LEADERSHIP IS INFLUENCE

INCREASE YOUR IMPACT AND INFLUENCE WITH
BANG LUBIS

SPEAK TO A PROGRAM COORDINATOR TODAY